Hijrah Membawa Kieran Forde pada Islam

Kamis, 24 Maret 2011, 09:28 WIB
Arab News
Hijrah Membawa Kieran Forde pada Islam
Kieran Forde dan keluarga

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Perekonomian Irlandia pada tahun 1986 adalah dalam keadaan miskin. Hampir satu dari lima dari angkatan kerja menganggur, utang nasional tiga kali lipat pada periode yang sama dan utang / rasio GNP meningkat dari 88 persen menjadi 148 persen dan output nasional pada tahun 1986 tidak lebih tinggi dari enam tahun sebelumnya. Yang terburuk, 24 ribu pekerja menjadi pengangguran.

Kieran Forde, lahir dalam keluarga Katolik yang taat di sebuah desa di Irlandia, merasakan kesuraman itu. Lulus kuliah fakultas pertanian, ia menjadi pengangguran.

Ia berpikir, beremigrasi tampaknya menjadi  jalan keluar dari situasi mendung yang mengungkungnya. Dengan sekelompok teman-temannya, ia mulai berburu pekerjaan ke luar negeri. Surat lamaran disebarnya ke seluruh negeri. Teman-temannya memenuhi panggilan-panggilan kerja: di Selandia Baru, Eropa, hingga Amerika Serikat. Namun bagi Forde, tak ada yang terasa mantap di hatinya.

Ia baru merasa tergerak saat menerima panggilan dari surat lamaran yang dikirimkannya ke sebuah lembaga di Arab Saudi. "Negeri itu pada kurun 1980-an sedang giat-giatnya membangun sektor pertanian," ujarnya.

Pemerintah Saudi telah memulai program untuk memodernisasi dan mengkomersialkan pertanian. Dukungan besar-besaran pemerintah dilakukan pada infrastruktur, termasuk pasokan listrik, irigasi, drainase, sistem jalan sekunder, dan sarana transportasi lainnya untuk distribusi dan pemasaran produk.

Maka ia angkat kopor meninggalkan negerinya, dan bergabung dengan Masstock Saudia di Riyadh pada divisi penjualan.

Kariernya menanjak di perusahaan itu, hingga terakhir menjadi direktur strategi. Forde berfokus pada pngembangan SDM pertanian Saudi. Ia menggarap anak-anak muda untuk menekuni pertanian. Orang muda, katanya, jauh lebih berpendidikan sekarang daripada ketika ia pertama kali datang.

"Kami mencoba merekrut dari Saudi pada tahun 1980-an tapi tidak bisa menemukan orang melampaui tingkat SMA. Sekarang mereka jauh lebih canggih."

Di satu sisi, ia tertantang dengan pekerjaan yang dilakukan. Di sisi lain, ia merasakan ketenangan batin luar biasa berada di antara kaum Muslim di negeri Muslim.

"Satu hal yang saya terkesan dengan ketika saya datang ke sini adalah nilai-nilai keluarga, mereka benar-benar memukul saya," katanya.

Ia menemukan kesamaan besar antara hubungan keluarga yang akrab di Arab dengan masyarakat perdesaan di Irlandia, tempatnya berasal. Namun, sentuhan Islam membuatnya terlihat lebih menariknya.

Forde, dengan kesadarannya sendiri, akhirnya memilih  masuk Islam.

"Saya sangat terkesan dengan mengingat Allah dan nilai-nilai agama, semua hal. Beda dengan agama lain, Islam merasuk di semua sendi kehidupan," ujarnya.

Di sela-sela kerja, ia giat menimba ilmu Islam. "Saya sempat terpikir untuk menjadi seorang imam, sekembalinya saya ke Tanah Air saya," katanya.

Namun, suratan takdir berkata lain. Ia terpikat seorang gadis lokal, dan kemudian menikah.

"Sekarang 70 persen hati saya ada di sini," ujarnya. Sesekali ia mengunjungi tanah kelahirannya bersama anak-anak dan istrinya. "Keluarga saya sangat welcome terhadap anak-anak dan istri saya."

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Atha' berkata mengenai orang yang melakukan thawaf, lalu diiqamati shalat. Atau, ia ditolak dari tempatnya, apabila telah salam, "Hendaklah ia kembali ke tempat di mana thawafnya tadi diputuskan, lalu ia bangun (lanjutkan) lagi. Hal serupa juga diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Abdur Rahman bin Abu Bakar r.a.(HR Bukhari)
joeffry, Minggu, 27 Maret 2011, 21:53

@ azam : hukum islam ada gak sih? Kalau anda bilang tidak ada maka coba baca lagi al-quran dan niscaya anda akan menemukan banyak masalah hukum. Negara islam intinya adalah negara yang berdasar hukum islam. Mudah2an anda tidak takut dengan hukum islam.

Balas
joeffry, Minggu, 27 Maret 2011, 21:53

@ azam : hukum islam ada gak sih? Kalau anda bilang tidak ada maka coba baca lagi al-quran dan niscaya anda akan menemukan banyak masalah hukum. Negara islam intinya adalah negara yang berdasar hukum islam. Mudah2an anda tidak takut dengan hukum islam.

Balas
Abu Aghniya, Minggu, 27 Maret 2011, 13:59

Barokallahu, Hijrah memang awal langkahnya menuju syurga.

Balas
TEGUH P, Jumat, 25 Maret 2011, 15:05

selamat kepada saudara kita, semoga ALLOH selalu memberikan bimbingan, dan jalan lurs

Balas
wildy chalid, Jumat, 25 Maret 2011, 13:07

Alhamdulillah, bertambah saudara kita lagi. mudah-mudahan lebih banyak dibuka lagi yang akan dibuka pintu hidayah oleh Allah SWT. amiienn

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...